Friday, 15 October 2010

beri aku waktu.

maukah kamu memberi ku sedikit waktu lagi? untuk diam dan tinggal sejenak di sisi mu?
maukah kamu memberi ku sedikit kesempatan untuk merasakan bahwa diri mu nyata?
maukah kamu memberi ku sedikit kesempatan untuk bersama  dengan mu?
tanpa kau sadari. aku telah menghabiskan waktu ku dengan sia-sia. aku melewatkan mu begitu saja, dan sekarang ada perih di hati ku.
seandainya kamu bilang, ya aku sudah berubah.
seandainya kamu bilang, ya aku sudah lebih baik dari kemarin.
seandainya kamu bilang, ya aku sudah serius sama hidupku.
aku mungkin akan bertahan. tetap diam di bawah pohon oak besar, mendengarkan lagu dan memandang sisi mu dengan bangga.
tapi, apa yang kamu bilang buat aku?
aku cuma butuh waktu bersama kamu sebentar lagi. setelah ini, biarkan saja aku pergi. dan aku tidak akan bilang maaf.

Thursday, 7 October 2010

Satu Jam Saja - Lala Karmela


songs : Satu Jam Saja by Lala Karmela.
place : T5 UK Petra
time   : 10 a.m
Sisi baru saja menilik BB nya, SMS nya ke Vanno terkirim, Sisi hanya mengingatkan waktu janjian mereka. semalam, Sisi memang sudah mengingatkan Vanno untuk menemuinya pukul 10 di T5. Sisi mempererat pegangannya terhadap tas berwarna biru itu, berjuta perasaan berkecamuk dalam dada nya, akhirnya, hari ini datang juga, hari yang terus dihitung nya selama 65 hari ini. Hari penentuan kelanjutan perasaannya. Kurang 5 menit pukul 10 tepat. Sisi memindahkan tas biru itu ke dalam pelukannya. Dia ingat semua perjuangannya yang ada dalam tas biru itu. sulamannya, sesuatu yang selalu di perjuangkannya selama ini, di sela semua kesibukannya, kepadatan aktivitasnya, Sisi selalu menyediakan waktu di malam minggu nya untuk menyulam, mempersembahkan sesuatu untuk Vanno. Boneka BadTz Maru itu. boneka yang disukainya, mulai saat ini sampai selamanya, setiap BadTz Maru akan mengingatkan Sisi pada sosok Vanno. itu pasti. Belum apa-apa, Sisi sudah ingin menangis. dia tidak ingin berpisah, tidak ingin mengakhiri perasaan ini. Sisi sayang, sayangg sekali sama Vanno. 
10.05. Batang hidung Vanno masih belum muncul, Sisi mengeluarkan Headset nya dan memutar lagu Satu Jam Saja, permintaan terakhirnya untuk Vanno. 

jangan berakhir. aku tak ingin berakhir. satu jam saja. ku ingin diam berdua. mengenang yang pernah ada.
Sisi ingat saat pertama kali dia bertemu Vanno. Masa-masa bersama milik mereka. janji-janji mereka, hal-hal manis yang belum sempat mereka realisasikan.

jangan berakhir. karna esok takkan lagi. satu jam saja. hingga ku rasa bahagia. mengakhiri segalanya. 
Sisi mengenang semua yang pernah dia lewati bersama Vanno. Masa sulit, masa bahagia. Sisi mengenang semua nya, memejamkan matanya, dan semua seperti mimpi. Datang dan pergi dalam pikirannya. Sejenak. Sisi menghirup aromatheraphy favorit nya, Sisi membuka matanya dan menemukan sosok Vanno tegak di hadapannya. 
"Ada apa, Si?"
Sisi tersenyum dan berdiri. "Ayo ikut bentar.." Sisi memimpin jalan menuju sebuah tempat yang disukainya, teras T5 yang terhubung dengan tangga emergency.
"Mau ngapain?"
"Ngomong sesuatu.. Boleh?"
Vanno tertawa. "Ya boleh lah.. Kenapa ndak boleh?"
Sisi tersenyum, hatinya sakit, dia pasti akan merindukan saat-saat ini. pasti.
tapi kini tak mungkin lagi, katamu semua sudah tak berarti. satu jam saja. itu pun tak mungkin, tak mungkin lagi.
Mereka sampai di teras T5. Sisi dan Vanno berdiri berhadapan. Sisi menyodorkan tas biru itu. "Besok kamu ultah, Van?"
Vanno tersenyum manis, dengan mata sipit nya yang hilang. "Iya, kok tau?"
Sisi ganti tersenyum. "Apa sih yang aku ndak tau? Ini birthday gift buat kamu.." 
Vanno menatap tanpa suara.
"Ndang diterima poo, Van.." seru Sisi, tangannya bergetar.
"Ndak usah repot-repot.." Vanno masih belum menerimanya.
"Terima aja Vann.. Kenang-kenangan dari aku.. Gpp kok. Ngak repot van."
Vanno menerima dan tersenyum.
"Aturan mainnya, dibuka setelah tepat pukul 12, atau pas kamu sudah resmi ulang tahun. hari ini masih belum boleh ya toh.."
Vanno tersenyum lagi. "Wes kadung penasaran si.."
"Ditahan donk.."
Vanno tertawa.
 jangan berakhir. ku ingin sebentar lagi. satu jam saja. ijin aku merasa, rasa itu pernah ada. 

"Mau dengar?" tanya Sisi sambil menyodorkan headset nya. 
Vanno tersenyum.
Mereka duduk bersandar tembok, dan memandang awan sambil berbagi headset. Perlahan, suara lembut Lala Karmela terdengar. mengalun, memenuhi pikiran Sisi dan Vanno. 
Rasanya Sisi benar-benar ingin menangis, airmatanya benar-benar ingin tumpah ruah, kenapa mereka baru bisa akur, bisa bersama justru di saat mereka akan berpisah? kenapa tidak dari dulu, saat Sisi masih kuat dan tidak ingin melepaskan Vanno. Duduk berdampingan dalam jarak sedekat ini, membuat Sisi bisa menghirup aroma Vanno sesukanya. sepuasnya. Sisi akan mengingat baik-baik semua yang terjadi hari ini. 
"Kamu sedih?" tanya Vanno.
Sisi mengusap matanya dan menoleh kecil. "Sedikit.."
"Kenapa?"
Sisi berusaha tersenyum. "Aku bangga sama kamu.. Bangga liat kamu yang sekarang.. Kamu berhasil tahu ngak.."
"Berhasil apa e?"
"Berhasil berubah jadi lebih baik.. aku terharu banget sama kamu, Van.."  
 jangan berakhir. karna esok takkan lagi. satu jam saja. hingga ku rasa bahagia. mengakhiri segalanya
tapi kini tak mungkin lagi, katamu semua sudah tak berarti. satu jam saja. itu pun tak mungkin, tak mungkin lagi. jangan berakhir. ku ingin sebentar lagi. satu jam saja. ijin aku merasa, rasa itu pernah ada. 
 "Oh ya? Makasi ya Si.."
"Sama-sama kok Van.."
Mereka kembali hening dalam lagu. entah apa yang dipikirkan Vanno. Sisi benar-benar bersyukur untuk hari ini. meski dia semakin tidak rela, tapi dai tau kalo Vanno kuat, dan Vanno pasti bisa bertahan sampai akhir.
"Tetep berusaha ya Van.."
Vanno mengacungkan jempolnya dan tertawa. tawa yang selalu Sisi sukai. yang akan Sisi ingat selamanya. 
jangan berakhir. karna esok takkan lagi. satu jam saja. hingga ku rasa bahagia. mengakhiri segalanya
tapi kini tak mungkin lagi, katamu semua sudah tak berarti. satu jam saja. itu pun tak mungkin, tak mungkin lagi. jangan berakhir. ku ingin sebentar lagi. satu jam saja. ijin aku merasa, rasa itu pernah ada.  
"Eh si.. Duluan ya.. Udah ditunggu Tama.."
Sisi tersadar dan tersenyum. "Oke Vann.. Hati-hati di jalan.."
"Iya, thank's ya Si.." ucap Vanno sambil mengacungkan tas biru itu. 
"Sama-sama, Van.." dan Sisi tersenyum.
Vanno terdiam sejenak, menatap Sisi dan mengayunkan tangannya ke kepala Sisi. Mengelusnya pelan. "Makasih banyak buat semuanya.." 
Sisi tersentak dan hanya mampu mengangguk. 
Vanno menghilang, meninggalkan Sisi yang terduduk lemas. Hujan gerimis turun, dan air mata Sisi meleleh. Airmata yang ditahannya sejak tadi. air mata kesedihan, kekecewaan sekaligus puji syukur.
"Aku bahagia pernah memiliki mu sebagi bagian terindah dalam hidupku.. Aku tidak akan melupakanmu secepat ini, aku janji Van.." Sisi memeluk dadanya yang sesak dan sakit. 
jangan berakhir. 
ku ingin sebentar lagi. 
satu jam saja.
ijin aku merasa, rasa itu pernah ada.  
 
 
 

 
 

so sad :(

baru mampiur di blog nya mbak dinda nawangwulan, dan ak berasa belajar banyak hal baru. betapa perpisahan sebegitu perihnya, tapi aku salut sama Mbak Dinda, She's though. bisa bertahan untuk semua hal ini. makasi ya mbak, anda meng-inspire malam ku yang galau kelam gelap.

singkat cerita. this is really a SAD NIGHT.
setelah sepanjang sore waste my time di Google Chrome, dgn lagu2 mellow yg diputar si Lucky. ditambah satu BBM maut dari gun.. this night totally sad.
mungkin bagi mereka ini adalah kabar baik,
"San, dia lagi fokus sama tugas dan kuliah, dia lagi ngak mikirin cinta.. Dia juga lagi ngak ngincer siapa2 kok san.. Saatnya kamu mengisi kekosongan hatinya sann.."
oke.. itu berita baik, tapi itu berita maut buat aku. kalo waktu ku nanti habis, siapa yang gantiin aku? sapa yang gantiin aku buat care sama dia? buat ingetin dy tentang smua hal ini? ingetin dia istirahat? jgn tdur malam2, jgn keluar2 trus, kurangi ber'napas'? kalo waktu ku habis, siapa yang bakal bantu dia menata hidupnya? aku jadii sedih.. sedih banget. soalnya aku memang harus tinggalin dia, apapun yang terjadi.

Tuhan, boleh minta BB  pin nya? ak lagi mau curhat. huaaa *stress mode on!*

Monday, 4 October 2010

tak pernah setengah hati

memiliki, mencintai dirimu kasihku, 
tak akan pernah membuat diriku menyesal.
sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu
memiliki, mencintai dirimu kasihku
tak akan pernah membuat diriku menyesal.
sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan mu..
Tak Pernah Setengah Hati ~ Tompi


belakangan ini, sering banget muter lagu e Tompi yang di atas. apik seh lagu e. dalem lirik e. suka banget aku. ditambah suara e Tompi yang berkarakter trus kuat. apik apik. 4 jempol buat Pak Tompi. dan pas lagi denger lagu ini, aku jadi pengen nulis sesuatu. sesuai sama judul lagu nya. 


iya bener. aku ngak pernah setengah hati sayang sama mbek. selama ini, aku berusaha untuk bisa setulus-tulus nya.. meski terlalu banyak aral melintang, batu-batu berhamburan, tapi untuk Mbek, aku berusaha untuk ngak setengah hati, dan untuk ngak menyakiti dia. 


tak pernah menyesal. iya aku juga ngak pernah menyesal. ngak pernah malu. bagi ku, ketemu dia, menyayangi dia, memiliki dia sebagai bagian hidupku, sungguh aku ngak pernah menyesal, dia pernah ada di hidupku. malah bersyukur, diberi Tuhan kesempatan untuk mengenal dia, melihat sisi lain tentang hidup lewat matanya. 


semakin mengenal dia, semakin aku merasa tak pernah layak untuk mendampingi dia. betapa dia menjadi sosok yang terlampau sempurna di mataku. menjadi sosok yang luar biasa baik dalam hidupku. terserah mereka mau bilang apa tentang dia, terserah mereka mau anggap dia apa, aku sudah terlanjur menganggap dia yang terbaik.


hal terakhir yang ingin aku bilang ke kamu, 
"jika ini hari terakhir aku mengenalmu, biarlah kamu tau, selama ini, aku tidak pernah setengah hati.."
tidak perlu kamu tau perasaanku, cukup sebaris kata itu, biar kamu mengerti sendiri. betapa aku ikhlas untuk semua ini. 


32 days left.

Sunday, 3 October 2010

take ur time.

TAKE UR TIME.

akhir2 ini, aku suka banget pake kata2 take ur time, ya meski ngak ke semua orang, paling sering kalo pas lagi BBM an sama gun. soale Gun lak ya sneng brb, untung ae balik lagi. wkwk :p apa sih take ur time itu, asli nya apa sih? mbuh yaa, ak pribadi ya gak mudeng. cuma rasa e asik aja nyebut itu, kesanne kok gaul. wkwkwk ya jadi, setelah aku diem2 mikirinn, kok aku mudeng.. 
sebenarnya Take UR Time itu adalah kata2 yang dulu pernah aku dapat dari Mbek. he told me to take my time. kalo inget2, sebenere aku bego buanget.. asli e ya, udh ketauan dari awal. waktu dy ngmg, Take UR Time, itu lak arti e suka2 mw ngapain.. tp gak berurusan dengan dia. bener gak sih? sebener e wes dari lama Mbek melepaskan aku, aku nya aja yang masi keukeuh bertahan. jadi sebenarnya, siapa yang bodoh? aku. haha

TAKE UR TIME.

akhirnya aku bakal bener2 pake my time... soalnya sudah hampir gak sempat lagii. 33 days left. 
apa yang mau aku lakuin?
apa yang mau aku buat?
dengan 33 hari yang tersisa, apa yang bisa aku kasih ke dia?
apa yang bisa aku lakuin buat dia?
apa aku masi bisa lakuin sesuatu buat dia?
hopeless.. aku hopeless buat 33 hari ke depan. rasa e ngak ada jalan. ini harus gimana? ini bakal kaya gimana? aku cuma takut, 33 hari yang tersisa ini bakal useless.. iya useless. jadi, pas akhirnya, aku tanya sama Tuhan.. guess, Tuhan jawab apa? Tuhan bilang..

TAKE UR TIME.

duh jadi terdiam, karena jawaban Tuhan kok jadi sama kaya jawaban Mbek :p

Saturday, 2 October 2010

Kahitna - Kau Ubah Hariku

Ku bertanya adakah aku yg ada di hatimu
Tak mengapa jikalau aku tak pasti di benakmu

Chorus:
Aku tak tahu mengapa dirimu
Yang datang saat aku merasa
Meskipun aku tak mungkin miliki
Namun ku akui, kau ubah hariku

Ada getar saat ku menatapmu ada di sana
Ku yakini mata hatiku tak akan pernah salah

Aku bertanya dan tanya kepada diri
Salahkah hatiku yg mengharapkan cintamu

Namun ku akui, kau ubah hariku



           "terimakasih, karena kamu pernah datang dan hadir di hari-hari ku
terimakasih, karena kamu telah singgah di hati ku
terimakasih, karena membuatku menatap hidup dengan lebih dewasa
terimakasih, karena kamu mengajarkan ku cara untuk bertahan
terima kasih, karena kamu tetap menjadi kamu
karena kamu tetap seseorang yang ku sayangi hingga kapanpun 
aku tidak butuh waktu untuk melupakan mu
aku hanya butuh waktu untuk melihat mu bahagia dan baik-baik saja
terimakasih, karena selama ini telah mengubah hari ku menjadi lebih baik."




Friday, 1 October 2010

kenyataan

aku baru selesai kerja bareng gun-bebe-cepe dan lusi trus sekarang nganggur di kos. sebenarnya ndak nganggur, aku cuma mau agak beristirahat, bersantai.. karena ya itu, sumpek! suntuk! jenuh nuh nuh! 

Tuhan, terimakasih, karena dengan baiknya engkau masih memberi aku kesempatan untuk bersama Mbek. untuk melihat dia menjadi lebih baik. untuk menemani dia dan mendukung semua keputusannya. Tuhan, ak selalu ingin bertanya, apa yang salah dengan perasaan ini. apa yang salah dengan rasa menyayangi ini? aku sadar dengan benar, betapa memang aku begitu berbeda dengan dia. sangat jauh berbeda, lantas, itukah mengapa kita tidak pernah bisa bersama? aku mulai berpikir, mulai berharap agar engkau pisahkan kami, engkau jauhkan aku dari dia, engkau hapuskan dia dari hidupku. dari hari ku. dari ingatanku. 
di satu sisi, aku menangis bahagia untuk semua hal baik dan indah yang dia alami dalam hidupnya, tapi disisi lain, aku menangis berlinang kepahitan, begini kah aku? haruskah aku berdiri sendiri untuk semua kesakitan ini? aku selalu bermain dengan rasa ku sendiri, aku selalu menganalisa dengan hatiku sendiri, dan aku selalu mengambil keputusan dengan apa yang ku pikirkan, mungkin semua yang ku pikirkan adalah salah, adalah negatif, tapi keberadaan nya, sikapnya, tingkah lakunya, semua terasa nyata sebagai sebuah penolakan. 
Tuhan, kenapa dia harus menolak ku? ini pertanyaan bodoh, tapi aku ingin engkau menjawabnya. kenapa dia harus menolak ku? aku tau dengan segala ke tidak sempurna an ku, lalu, apa dia sempurna? aku mau belajar menerima dia dari segala sisi, tapi kenapa dia tidak? aku mau belajar mengenal dia lebih jauh, kenapa dia tidak? ini lah ketidakadilan cinta sebelah tangan, cinta bertepuk sebelah tangan ini. betapa aku berjuang, aku berharap, aku berdoa, dan satu jawaban saja. dia tidak. 
apa aku menyayangi orang yang salah? apa aku menyayangi orang yang keliru? aku rasa tidak ada yang benar dan tidak ada yang keliru. akan menjadi keliru jika kita tidak pernah mau mencoba mengenal pribadinya. tapi aku? setelah aku melangkah sejauh ini, aku berusaha sejauh ini. aku tetap bukan arah yang baik buat dia. aku tetap bukan orang yang baik buat dia. pada akhirnya aku harus menerima kenyataan itu.
Tuhan ngak pa pa ya? Beri aku ekstra kekuatan sampai kurang lebih 35 hari lagi. ngak terasa waktu ku tinggal 35 hari lagi. ada kalanya aku tidak ingin berakhir seperti ini. aku masih ingin bersamanya lebih lama, berbagi seperti biasa, menjaga hatinya, dan men support nya,  tapi waktu ku berkurang hari demi hari, dan aku harus tetap berkomitmen dengan semua ini. aku yang membuatnya, dan aku harus melaksanakannya bahkan menyelesaikannya hingga akhir nanti. 
sampai kapanpun, aku akan selalu ingat kata2 mu, dan aku berjanji untuk ngak merepotkanmu lagi, dan terlebih, mencampuri hidupmu lagi. 

"skrg kn kamu udh sbuk, fokus aja sama hdupmu, jd urus2 soal ak lagi.."