maukah kamu memberi ku sedikit waktu lagi? untuk diam dan tinggal sejenak di sisi mu?
maukah kamu memberi ku sedikit kesempatan untuk merasakan bahwa diri mu nyata?
maukah kamu memberi ku sedikit kesempatan untuk bersama dengan mu?
tanpa kau sadari. aku telah menghabiskan waktu ku dengan sia-sia. aku melewatkan mu begitu saja, dan sekarang ada perih di hati ku.
seandainya kamu bilang, ya aku sudah berubah.
seandainya kamu bilang, ya aku sudah lebih baik dari kemarin.
seandainya kamu bilang, ya aku sudah serius sama hidupku.
aku mungkin akan bertahan. tetap diam di bawah pohon oak besar, mendengarkan lagu dan memandang sisi mu dengan bangga.
tapi, apa yang kamu bilang buat aku?
aku cuma butuh waktu bersama kamu sebentar lagi. setelah ini, biarkan saja aku pergi. dan aku tidak akan bilang maaf.
Friday, 15 October 2010
beri aku waktu.
Posted by s.a.n.n.y at 20:25 0 comments
Labels: mbek and kebo
Thursday, 7 October 2010
Satu Jam Saja - Lala Karmela
songs : Satu Jam Saja by Lala Karmela.
place : T5 UK Petra
time : 10 a.m
"Ada apa, Si?"
Sisi tersenyum dan berdiri. "Ayo ikut bentar.." Sisi memimpin jalan menuju sebuah tempat yang disukainya, teras T5 yang terhubung dengan tangga emergency.
"Mau ngapain?"
"Ngomong sesuatu.. Boleh?"
Vanno tertawa. "Ya boleh lah.. Kenapa ndak boleh?"
Sisi tersenyum, hatinya sakit, dia pasti akan merindukan saat-saat ini. pasti.
Mereka sampai di teras T5. Sisi dan Vanno berdiri berhadapan. Sisi menyodorkan tas biru itu. "Besok kamu ultah, Van?"
Vanno tersenyum manis, dengan mata sipit nya yang hilang. "Iya, kok tau?"
Sisi ganti tersenyum. "Apa sih yang aku ndak tau? Ini birthday gift buat kamu.."
Vanno menatap tanpa suara.
"Ndang diterima poo, Van.." seru Sisi, tangannya bergetar.
"Ndak usah repot-repot.." Vanno masih belum menerimanya.
"Terima aja Vann.. Kenang-kenangan dari aku.. Gpp kok. Ngak repot van."
Vanno menerima dan tersenyum.
"Aturan mainnya, dibuka setelah tepat pukul 12, atau pas kamu sudah resmi ulang tahun. hari ini masih belum boleh ya toh.."
Vanno tersenyum lagi. "Wes kadung penasaran si.."
"Ditahan donk.."
Vanno tertawa.
"Mau dengar?" tanya Sisi sambil menyodorkan headset nya.
Vanno tersenyum.
Mereka duduk bersandar tembok, dan memandang awan sambil berbagi headset. Perlahan, suara lembut Lala Karmela terdengar. mengalun, memenuhi pikiran Sisi dan Vanno.
Rasanya Sisi benar-benar ingin menangis, airmatanya benar-benar ingin tumpah ruah, kenapa mereka baru bisa akur, bisa bersama justru di saat mereka akan berpisah? kenapa tidak dari dulu, saat Sisi masih kuat dan tidak ingin melepaskan Vanno. Duduk berdampingan dalam jarak sedekat ini, membuat Sisi bisa menghirup aroma Vanno sesukanya. sepuasnya. Sisi akan mengingat baik-baik semua yang terjadi hari ini.
"Kamu sedih?" tanya Vanno.
Sisi mengusap matanya dan menoleh kecil. "Sedikit.."
"Kenapa?"
Sisi berusaha tersenyum. "Aku bangga sama kamu.. Bangga liat kamu yang sekarang.. Kamu berhasil tahu ngak.."
"Berhasil apa e?"
"Berhasil berubah jadi lebih baik.. aku terharu banget sama kamu, Van.."
"Oh ya? Makasi ya Si.."
"Sama-sama kok Van.."
Mereka kembali hening dalam lagu. entah apa yang dipikirkan Vanno. Sisi benar-benar bersyukur untuk hari ini. meski dia semakin tidak rela, tapi dai tau kalo Vanno kuat, dan Vanno pasti bisa bertahan sampai akhir.
"Tetep berusaha ya Van.."
Vanno mengacungkan jempolnya dan tertawa. tawa yang selalu Sisi sukai. yang akan Sisi ingat selamanya.
"Eh si.. Duluan ya.. Udah ditunggu Tama.."
Sisi tersadar dan tersenyum. "Oke Vann.. Hati-hati di jalan.."
"Iya, thank's ya Si.." ucap Vanno sambil mengacungkan tas biru itu.
"Sama-sama, Van.." dan Sisi tersenyum.
Vanno terdiam sejenak, menatap Sisi dan mengayunkan tangannya ke kepala Sisi. Mengelusnya pelan. "Makasih banyak buat semuanya.."
Sisi tersentak dan hanya mampu mengangguk.
Vanno menghilang, meninggalkan Sisi yang terduduk lemas. Hujan gerimis turun, dan air mata Sisi meleleh. Airmata yang ditahannya sejak tadi. air mata kesedihan, kekecewaan sekaligus puji syukur.
"Aku bahagia pernah memiliki mu sebagi bagian terindah dalam hidupku.. Aku tidak akan melupakanmu secepat ini, aku janji Van.." Sisi memeluk dadanya yang sesak dan sakit.
Posted by s.a.n.n.y at 23:42 0 comments
Labels: mbek and kebo, My 65 days of L.O.V.E, My Songs
so sad :(
baru mampiur di blog nya mbak dinda nawangwulan, dan ak berasa belajar banyak hal baru. betapa perpisahan sebegitu perihnya, tapi aku salut sama Mbak Dinda, She's though. bisa bertahan untuk semua hal ini. makasi ya mbak, anda meng-inspire malam ku yang galau kelam gelap.
singkat cerita. this is really a SAD NIGHT.
setelah sepanjang sore waste my time di Google Chrome, dgn lagu2 mellow yg diputar si Lucky. ditambah satu BBM maut dari gun.. this night totally sad.
mungkin bagi mereka ini adalah kabar baik,
"San, dia lagi fokus sama tugas dan kuliah, dia lagi ngak mikirin cinta.. Dia juga lagi ngak ngincer siapa2 kok san.. Saatnya kamu mengisi kekosongan hatinya sann.."
oke.. itu berita baik, tapi itu berita maut buat aku. kalo waktu ku nanti habis, siapa yang gantiin aku? sapa yang gantiin aku buat care sama dia? buat ingetin dy tentang smua hal ini? ingetin dia istirahat? jgn tdur malam2, jgn keluar2 trus, kurangi ber'napas'? kalo waktu ku habis, siapa yang bakal bantu dia menata hidupnya? aku jadii sedih.. sedih banget. soalnya aku memang harus tinggalin dia, apapun yang terjadi.
Tuhan, boleh minta BB pin nya? ak lagi mau curhat. huaaa *stress mode on!*
Posted by s.a.n.n.y at 23:02 0 comments
Labels: My 65 days of L.O.V.E
Monday, 4 October 2010
tak pernah setengah hati
memiliki, mencintai dirimu kasihku,
tak akan pernah membuat diriku menyesal.
sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu
memiliki, mencintai dirimu kasihku
tak akan pernah membuat diriku menyesal.
sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan mu..
Tak Pernah Setengah Hati ~ Tompi
belakangan ini, sering banget muter lagu e Tompi yang di atas. apik seh lagu e. dalem lirik e. suka banget aku. ditambah suara e Tompi yang berkarakter trus kuat. apik apik. 4 jempol buat Pak Tompi. dan pas lagi denger lagu ini, aku jadi pengen nulis sesuatu. sesuai sama judul lagu nya.
iya bener. aku ngak pernah setengah hati sayang sama mbek. selama ini, aku berusaha untuk bisa setulus-tulus nya.. meski terlalu banyak aral melintang, batu-batu berhamburan, tapi untuk Mbek, aku berusaha untuk ngak setengah hati, dan untuk ngak menyakiti dia.
tak pernah menyesal. iya aku juga ngak pernah menyesal. ngak pernah malu. bagi ku, ketemu dia, menyayangi dia, memiliki dia sebagai bagian hidupku, sungguh aku ngak pernah menyesal, dia pernah ada di hidupku. malah bersyukur, diberi Tuhan kesempatan untuk mengenal dia, melihat sisi lain tentang hidup lewat matanya.
semakin mengenal dia, semakin aku merasa tak pernah layak untuk mendampingi dia. betapa dia menjadi sosok yang terlampau sempurna di mataku. menjadi sosok yang luar biasa baik dalam hidupku. terserah mereka mau bilang apa tentang dia, terserah mereka mau anggap dia apa, aku sudah terlanjur menganggap dia yang terbaik.
hal terakhir yang ingin aku bilang ke kamu,
"jika ini hari terakhir aku mengenalmu, biarlah kamu tau, selama ini, aku tidak pernah setengah hati.."
tidak perlu kamu tau perasaanku, cukup sebaris kata itu, biar kamu mengerti sendiri. betapa aku ikhlas untuk semua ini.
32 days left.
Posted by s.a.n.n.y at 15:55 0 comments
Labels: My 65 days of L.O.V.E
Sunday, 3 October 2010
take ur time.
Posted by s.a.n.n.y at 18:19 0 comments
Saturday, 2 October 2010
Kahitna - Kau Ubah Hariku
"terimakasih, karena kamu pernah datang dan hadir di hari-hari ku
terimakasih, karena kamu telah singgah di hati ku
terimakasih, karena membuatku menatap hidup dengan lebih dewasa
terimakasih, karena kamu mengajarkan ku cara untuk bertahan
terima kasih, karena kamu tetap menjadi kamu
karena kamu tetap seseorang yang ku sayangi hingga kapanpun
aku tidak butuh waktu untuk melupakan mu
aku hanya butuh waktu untuk melihat mu bahagia dan baik-baik saja
terimakasih, karena selama ini telah mengubah hari ku menjadi lebih baik."
Posted by s.a.n.n.y at 17:51 0 comments
Labels: My Songs
Friday, 1 October 2010
kenyataan
Posted by s.a.n.n.y at 13:42 0 comments
Labels: My 65 days of L.O.V.E
